Kapolsek Pakkat AKP Dani Sembiring Akan Tanam Jagung Hasilnya Dibagikan ke Masyarakat


Kapolsek Pakkat AKP Dani Sembiring bekerjasama dengan unsur pimpinan kecamatan memprogramkan penanaman jagung seluas 3 hektar di wilayah Pakkat Kabupaten Humbang Hasundutan. Nanti hasilnya akan dibagikan ke masyarakat khususnya di Kecamatan Pakkat.“Saya akan berbagi pengalaman bercocok tanam jagung di wilayah Pakkat ini. Bercocok tanam jagung sangat menjanjikan dan hasilnya sangat memuaskan bila dibandingkan dengan tanaman yang lain. Kami sudah sepakat dengan unsur pimpinan kecamatan Pakkat akan membuka lahan 3 hektar.

Hasilnya diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Jangan nanti ada yang minta hasil jagung itu kepada kami, ini akan kami berikan kepada yang layak menerima. Ayo kita dukung program Pemkab Humbang Hasundutan ini” tambah AKP Dani.Ungkapan itu disampaikan AKP Dani Sembiring saat panen perdana jagung milik kelompok tani di Desa Rura Aek Sopang Kecamatan Pakkat, Kamis (15/2) yang dihadiri Asisten Ekonomi Pembangunan Drs Lamhot Hutasoit, Kadis Pertanian Ir Junter Marbun, Kadis Pengendalian Penduduk dan KB Drs Elson Sihotang, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Perekonomian dan Pembangunan Remon Pakpahan SPd, Kabag Prorokol Jakkon H Marbun SE, MM Plt Camat Pakkat Makden Sihombing S.Sos, Camat Parlilitan Eliapzan Sihotang S.Sos, Danramil Pakkat Peltu JE Silaban, Kades Rura Aek Sopang Binsar Sihotang, Juan Siagian dari PT Bisi Internasional Tbk, PPS dan masyarakat setempat.

Kades Binsar Sihotang menjelaskan bahwa lahan penanaman jagung sudah terlantar 50 tahun dimana selama ini belum pernah dikelola masyarakat. Tapi dengan adanya program Pemkab Humbahas untuk bertanam jagung, maka lahan ini dikelola kelompok tani. Program Pemkab ini akan didukung karena tujuannya mensejahterahkan masyarakat. Sebenarnya program ini bukan untuk pemerintah, bukan kepada bupati tapi untuk rakyat Humbang Hasundutan bagaimana kehidupan masyarakat kedepan semakin tambah sejahtera. Jadi program seperti ini harus didukung. Ini awal kebangkitan pertanaman jagung.

Sementara Lamhot Hutasoit menjelaskan tahun 2018 ini Kabupaten Humbang Hasundutan mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat untuk melaksanakan pembudidayaan jagung seluas 20.000 hektare. Ini menjadi tugas utama semua untuk mensukseskan kegiatan ini tanpa mengesampingkan tanaman yang lain. Maka semua pihak yang terkait untuk bersama-sama bergandengan tangan mengajak keluarga untuk lebih menitikberatkan sektor pertanian menjadi andalan sumber pendapatan keluarga. Lamhot Hutasoit yang dihunjuk sebagai koordinator penanaman jagung meluruskan, bahwa harga jagung sudah ditentukan Rp 3.150/kg dengan kwalitas standar dan sudah menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan di Medan.Tapi kalau harga diatas Rp 3.150, silahkan dijual ke tempat yang lain. Masyarakat tinggal memilih mana yang paling menguntungkan.Perlu diketahui, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE telah membentuk tim upsus (upaya khusus) percepatan perluasan areal tanaman jagung.

Tim dibentuk untuk mendukung program pemerintah guna mewujudkan swasembada jagung yang diprogramkan seluas 20.000 hektar.Mewujudkan program itu, Bupati Humbahas telah menghimbau seluruh OPD, camat, kepala desa, PPL termasuk PPS untuk menyatukan persepsi. Semua tim saling bekerjasama dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar program itu bisa terlaksana dengan baik. Bupati sangat mengharapkan agar semua bekerja di lapangan dengan optimal. Masyarakat Humbang Hasundutan 90 % hidup dari sektor pertanian. Kedepan harus lebih baik lagi. Maka tim harus mengajak para petani untuk serius bercocok tanam. Semua tanaman yang selama ini digeluti, silahkan ditanam. Apa yang cocok di wilayah masing-masing. Kopi jangan ditinggalkan, karena salah satu komoditi unggulan di Humbang Hasundutan. Tapi kita prioritaskan dulu tanaman jagung, karena merupakan program pemerintah.

Menindaklanjuti tim upsus itu, Kadis Ketenagakerjaan Drs Jonny Gultom, Kabag Protokol Jakkon H Marbun, SE. MM Sekretaris Dinas Pertanian Ir. Ida Maria Manullang telah melaksanakan pertemuan di kantor Camat Onanganjang, Senin (19/2). Pertemuan itu dihadiri Camat Onanganjang Rahmat Lumbantoruan SPd, Kepala UPT Dinas Pendidikan Haposan Situmorang, Kepala UPT Dinas Kesehatan dr Siska Silalahi, para Kepala Desa, PPL, PPS dan Kepala Sekolah.

Jonny Gultom dalam pertemuan itu mengatakan ASN (aparatur sipil negara) menempatkan birokrasi sebagai abdi masyarakat dan abdi negara. Dalam mendukung program penanaman jagung, para ASN dihimbau agar bergabung dengan kelompok tani. “ASN bukan disuruh bertani, tapi dihimbau agar bergabung dengan kelompok tani, bisa sebagai pendamping kelompok tani, membina kelompok tani bahkan anggota luar biasa dalam kelompk tani. Agar program ini bisa berjalan dengan baik. Jadi ASN ikut mendukung visi misi Pemkab Humbang Hasundutan. (Bagian_Protokol)